Sabtu, 17 November 2012

Fungsi Tanaman Dalam Lanskap

Fungsi Tanaman Dalam Lanskap

    Tanaman dalam elemen lanrkap memiliki karakteristik hortikultura seperti bentuk tinggi dan lebar, bercabang, berbunga dan berdaun serta tanaman mempunyai kualitas desain seperti dari bentuk, warna, tekstur dan berkelompok. Tanaman dalam elemen lanskap meliputi pohon, rumput, tanaman penutup tanah, atau semak atau perdu. Tanaman penutup tanah adalah tanaman yang memiliki keunggulan karena keunikan atau keindahan daun-daunnya. Tanaman penutup tanah seperti semak adalah tanaman yang pertumbuhannya rendah. Menurut Sydnor (dalam Nudia 2007), fungsi penggunaan tanaman merupakan suatu pendekatan baru dalam memecahkan permasalahan lanskap. Fungsi dari penggunaan tanaman dalam lanskap meliputi :

1.        Fungsi Estetika Tanaman
    Fungsi estetika tanaman digunakan untuk memberikan keindahan dan kenyamanan. Estetika tanaman dapat memberikan seni hidup untuk meningkatkan kualitas visuallingkungan dengan penampilan warna, dan bentuk arsitektur taman. Bila ditempatkan sebagai dinding atau pagar, tanaman dapat menciptakan daya tarik dari bayangan ranting dan daun-daun. Tanaman dapat sebagai latar tanaman lainnya dan dapat diatur untuk visual obyektif dan structural.
2.        Fungsi Arsitekturistik Tanaman
    Tanaman dapat digunakan untuk membentuk dinding, lantai dari perbedaan pertumbuhan dan karakteristik daun-daunnya. Semak-semak dapat menciptakan dinding atau menyaring atau penghalang pandangan yang dapat memberikan perlindungan. Tanaman penutup tanah dengan daun-daun dan karakteristik teksturnya yang seragam memberikan nuansa seperti lantai arsitektural.
3.        Fungsi Tanaman Secara Teknis
Fungsi tanaman secara teknis yaitu dapat menghalau serta melembutkan cahaya matahari di permukaan dan di dalam air, dapat menghalau cahaya kendaraan dan jalan. Tanaman yang banyak ranting dan daun dapat menyerap dan mengurangi kebisingan. Menurut Nazaruddin (1996), tanaman semak merupakan jenis tanaman yang agak kecil dan rendah, serta pertumbuhannya cenderung merambat atau melebar. Jenistanaman semak hias adalah lidah mertua (Sanseviera trifasciata), tricolor (Dracaenamarginata, nusa indah (Mussaenda philippica) Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 7 Tahun 2002 menjelaskan, bahwa semak hias adalah tanaman yang pertumbuhan optimal batangnya mempunyai garis tengah maksimal 5 cm, dengan ketinggian 2 meter.
4.        Tanaman Sebagai Penyerap Polutan
    Tanaman yang ditanam pada jalur hijau jalan di perkotaan dimaksudkan untuk memenuhi beberapa fungsi antara lain, fungsi untuk memperbaiki iklim mikro, yaitu menurunkan suhu, meningkatkan kelembapan udara dan menurunkan intensitas sinar matahari. Sedangkan fungsi secara teknis adalah untuk mengurangi dan menurunkan tingkat pencemaran udara dengan cara menyerap polutan (Carpenter, Walker danLanphear, 1975 dalam Nugrahani, 2005). Menurut Arifin (1999) bahwa tanaman yang mempunyai daya serap polutan paling tinggi yaitu mahoni, angsana dan bogenvilll karena ketiga tanaman tanaman ini memperlihatkan pertumbuhan tajuk cukup baik, tingkat kerusakan daunnya rendah dan mempunyai daya tahan yang cukup baik terhadap kondisi udara. Dari penelitian Ramadan (2006) menujukkan bahwa ketiga spesies tanaman yang toleran terhadap pencemaran udara adalah tanaman Sono (Pterocarpus indicus), Glodogan (Polyalthia longifolia), Beringin (Ficus benjamina). Sedangkan penelitian Arifin (1999) terhadap tanaman tepi jalan di kota Malang menunjukkan kemampuan tanaman dalam menurunkan tingkat pencemaran udara, tanaman yang memiliki daya tahan dan kapasitas tersebut adalah Mahoni, Angsana dan Bougenvillea.
Unsur Desain Lansekap
     Unsur desain lanskap adalah komponen atau elemen taman yang disusun sehingga didapatkan suatu karya taman yang indah, menarik dan menyenangkan, yang secara fungsional berguna dan menghasilkan suatu keindahan visual. Dengan kata lain unsur desain lanskap akan memberikan gaya/corak dan suasana tertentu dari sebuah taman. Kata desain dikenal juga sebagai, pola, skema, rancangan dan rencana. Mendesain berarti membuat pola, skema, merancang dan merencana. Dengan pengertian lain mendesain adalah suatu seni untuk menghasilkan karya yang indah, menarik dan memuaskan. Mendesain berarti suatu seni untuk menghasilkan suatukarya taman yang indah, menarik dan memuaskan (Suharto, 1994).
     Tujuan desain adalah terciptanya suatu karya yang memuaskan, menyenangkan hati pemakai atau users. Desain dimulai dari suatu konsep/gagasan/ide dengan mempertimbangkan aspek fungsi yaitu penekanan dari pemanfaatan benda yangdigunakan dan aspek estetika yaitu usaha untuk menghasilkan suatu keindahan visual, kemudian diterjemahkan oleh pembuat atau pelaksana. Sehingga terciptalah suatu karya desain yang diharapkan dapat disukai `tau dinikmati oleh setiap orang atau warga. Unsur keindahan visual dapat diperoleh melalui desain bentuk dan warna yang memiliki sifat dan karakter sehingga dapat mempengaruhi kesan dan suasana ruang yang diciptakan. Ruang merupakan suatu wadah yang tidak nyata, akan tetapi dapat dirasakan keberadaannya oleh manusia. Ruang terbuka selalu terletak di luar massa bangunan, dapat dimanfaatkan dan dipergunakan oleh setiap orang atau warga dan memberi kesempatan untuk bermacam-macam kegiatan.
1.        Unsur Desain Bentuk
     Bentuk merupakan unsur desain taman yang paling dikenal dan banyak  penggunaannya. Ada dua macam bentuk utama, yaitu bentuk geomatris dan bentuk nongeomatris/nonformal atau organik. Bentuk adalah sebuah benda tiga dimensi yang dibatasi bidang datar, bidang dinding dan bidang pengatap. Bentuk sebuah benda dapat dibedakan dalam kategori bentuk alami dan bentuk binaan (buatan manusia). Dari penampilannya, dapat dibagi menjadi bentuk geomatris/ formal dan bentuk nongeomatris/non formal/tidak teratur.
     Bentuk visual ruang, dimensi dan skalanya, kualitas cahaya semua tergantung dari persepsi kita akan batas-batas ruang yang ditentukan oleh unsur-unsur  pembentuknya (Ching, 2000). Penataan tanaman tepi jalan yang difungsikan untuk mengurangi polusi udara dan bising memiliki ciri : toleran terhadap polusi udara, mempunyai kemampuan tinggi menyerap polutan, ditanam dekat tepi jalan, penanaman yang efektif mengurangi polutan atau bising terdiri atas beberapa lapis semak dan dikombinasi dengan dinding penahan suara (Nasrullah, 1999). Bentuk dalam keindahan, suatu desain dapat dilihat dari sudut keindahan bentuknya dan keindahan ekspresinya. Keindahan suatu bentuk menyangkut pertimbangan tentang prinsip-prinsip desain, yaitu adanya keteraturan, keterpaduan, keseimbangan, irama, proporsi dan skala (Suharto, 1994)
2.        Unsur Desain Warna
Dalam perancangan suatu taman unsur desain warna diwujudkan dalam penentuan warna tanaman pada bagian daun, batang, bunga, dan buah. Penyajian gambar rancangan dalam tata warna diperlukan sebagai tambahan nilai jual serta sebagai aksentuasi rancangan. Pewarnaan dalam gambar rancangan sebaiknya disesuaikan dengan rencana pelaksanaan. Menurut Ching (2000) warna merupakan fenomena pencahayaan dan persepsi visual yang menjelaskan persepsi individu dalam corak, intensitas dan nada. Warna adalah atribut yang paling menyolok membedakan suatu bentuk dari lingkungannya sehingga warna juga mempengaruhi bobot visual suatu bentuk.
Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok warna primer, sekunder dan tersier. Warna primer ,disebut juga dengan warna pokok, terdiri dari merah,kuning dan biru. Sedangkan kelompok warna yang lain merupakan campuran warna pokok yang menghasilkan warna lain. Warna tersebut dapat dipadukan menjadi satu kesatuan perpaduan warna. Monokromatis adalah perpaduan warna-warna dalam satu jeis keluarga warna, misalya merah, merah muda,merah tua. Analogis adalah perpaduan warna yang saling berdekatan dalam lingkaran warna, misalnya kuning, hijau dan biru. Sedangkan komplementer adalah perpaduan warna-warna saling bertentangan atau berlawanan dalam lingkaran warna misalnya kuning dipadu dengan ungu, merah dipadu dengan hijaudan sebagainya (Nugrahani, 2001).
DAFTAR PUSTAKA
Adiputro, Karliansyah, dan H.D. Wardhana, 1995. Klorofil Tumbuhan SebagaiBioindikator Pencemaran Udara, Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 5 (2): 233 – 248.
Arifin, 1999. Analisis Potensi Absorbsi Gas PbO Beberapa Jenis Tanaman Di JalanProtokol Malang, Habitat, 105 (10): 60 – 65.
Arifin, Hadi S., 2006. Taman Instan, Penebar Swadaya, Penebar Swadaya,Jakarta, 140 Hal.
Arifin, Hadi S., 2007. 22 Desain Taman Mungil, Penebar Swadaya, Jakarta, 92 Hal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar