Sebenarnya taman gaya Jepang-lah yang tepat dikatakan mewakili jenis taman kering. Pada taman gaya Jepang, point of interest terfokus pada keseluruhan tampilan yang harmonis, yakni perpaduan antara batu-batuan (pasir, koral atau perkerasan), struktur fisik tanam-tanaman hias, asesoris, atau elemen lain yang mendukung, seperti jembatan kayu, lampu taman, tuk (mata air buatan) atau kolam air. Demikian serasi dans eimbangnya tatanan taman gaya Jepang ini - meski minim tanaman hidup - sehingga biasanya memberikan lingkungan yang tenang menyejukkan.
Namun ada juga orang yang berpendapat bahwa taman kering diwakili oleh taman gaya mediterania. Pendapat ini tidak bisa dikatakan salah karena taman dan pemandangan alam di wilayah Mediterania memang lebih mengekspos keindahan bentuk (tatanan) buatan daripada bentukan alami. Selain itu taman model ini juga mengekspos strutur eksotis tanaman gurun pasir yang tidak butuh banyak air seperti jenis palem, kaktus dan sukulen.
Taman Kering Gaya Pribadi
Mengacu pada definisi baku taman kering, Anda bebas berkreasi mewujudkannya sesuai dengan gaya Anda pribadi. Bukankah tidak semua orang menyukai taman gaya Jepang dan gaya Mediterania? Dan belum tentu keduanya serasi menyatu dengan desain arsitektur rumah Anda. yang penting Anda setuju dahulu bahwa taman kering merupakan jawaban tepat untuk masalah sulit air, minim waktu untuk penyiraman dan perawatan tanaman.
Merencanakan Taman Kering
Selanjutnya, pertimbangkan pula hal-hal berikut ini sebelum Anda mewujudkan taman kering di rumah.
- Cahaya matahari dan sirkulasi udara.
Pelajari lebih dulu intensitas matahari yang jatuh menerpa lokasi yang bersangkutan. Apakah tempat tersebut terkena sinar matahari penuh, atau cukup teduh (tidak langsung terkena matahari tapi mendapatkan terang dan sirkulasi udara yang baik). Hal ini berkaitan dengan pemilihan tanaman. Karena ada jenis tanaman yang menyukai keteduhan dan ada yang suka bermandikan sinar matahari. Sebagai catatan, lokasi yang gelap dan lembab di dalam maupun di luar bangunan, menyebabkan tanaman cepat membusuk serta batu-batuan cepat berlumut. - Pengerasan dan batu-batuan
Walaupun ciri khas taman kering adalah dominasi batu-batuan, baik pasir, batu-batu koral, dll., semua ini pantang dihamparkan begitu saja di atas permukaan tanah karena akan melesak ke dalam tanah setelah sekian waktu. Di samping itu meskipun disiram hanya sesekali, tanah basah akan mengotori batu-batuan. Karena itu sebelum menghamparkan batuan, sebaiknya lapisi dahulu permukaan tanah dengan pasir atau kerikil tipis-tipis. Atau bahkan Anda bisa membuat pengerasan menggunakan semen. - Pilihan tanaman.
Luangkan waktu untuk mencari informasi tentang tanaman yang akan Anda tanam. Selain perawatan, intensitas panas, dan cahaya matahari yang jatuh ke area tersebut cukup vital perannya. Sangat dianjurkan pula bahwa setiap tanaman terpilih ditempatkan atau ditanam dalam pot-pot tanaman. Dengan cara ini Anda akan mudah mengganti tanama (bila perlu) dan merawatnya, selain juga menahan laju pertumbuhan akar dan batangnya (irit perawatan)
in-door | teduh, cukup cahaya | sansevieria, kaktus kodok, lili paris, cocor |
&sirkulasi baik | bebek, begonia | |
Out-door | full matahari | lidah buaya, agave, yuka, sikas, siklok, |
cemara, sansevieria, palem, ficus | ||
In-door/ | teduh, cukup cahaya | jenis sukulen, kaktus, kriptantus, nanas- |
Out-door | & sirkulasi baik | nanasan, rumput opiophogon |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar